Jumat, 17 Desember 2010

Manfaat TIK dalam Dunia Pendidikan; Artikel

Upaya-upaya peningkatan kualitas serta kuantitas pendidikan telah dilakukan oleh pihak pemerintah,
walau sampai saat ini hasilnya belum memuaskan. Usaha yang dilakukan oleh pemerintah biasanya
bersifat konstitusional demi mendapatkan lulusan dari sekolah yang kompetitif dan siap bersaing
secara global, misalnya dengan menetapkan angka batas minimal kelulusan UAN (sebesar
4,25?). Menurut saya, hal ini bukannya cara memperbaiki mutu pendidikan melainkan justru
nampak sepertinya kita hendak menjegal generasi kita.
Apabila kita amati dengan seksama, apa sebenarnya yang menjadi inti permasalahan pada dunia
pendidikan, mungkin jauh lebih sulit dari menggantang asap. Berbagai hal dapat saja dipersalahkan
sebagai pokok masalah yang menghambat kemajuan dunia pendidikan di Indonesia.
Namun demikian, yang jelas-jelas dapat kita temukan sebagai suatu kecacatan ialah
proses belajar mengajar konvensional yang mengandalkan tatap muka antara guru dan murid,
dosen dengan mahasiswa, pelatih dengan peserta latihan, bagaimanapun merupakan sasaran empuk
yang paling mudah menjadi sasaran bagi suara-suara kritis yang menghendaki peningkatan kualitas
pada dunia pendidikan. Ketidakefektifan adalah kata yang paling cocok untuk sistem ini, sebab
seiring dengan perkembangan zaman, pertukaran informasi menjadi semakin cepat dan instan,
namun institut yang masih menggunakan sistem tradisional ini mengajar (di jenjang sekolah
tinggi kita anggap memberikan informasi) dengan sangat lambat dan tidak seiring dengan
perkembangan TIK. Sistem konvensional ini seharusnya sudah ditinggalkan sejak ditemukannya
media komunikasi multimedia.
Karena sifat Internet yang dapat dihubungi setiap saat, artinya siswa dapat
memanfaatkan program-program pendidikan yang disediakan di jaringan Internet kapan saja sesuai
dengan waktu luang mereka sehingga kendala ruang dan waktu yang mereka hadapi untuk
mencari sumber belajar dapat teratasi. Dengan perkembangan pesat di bidang teknologi
telekomunikasi, multimedia, dan informasi; mendengarkan ceramah, mencatat di atas kertas sudah
tentu ketinggalan jaman.
Penggunaan TIK Dalam Dunia Pendidikan Arti TIK bagi dunia pendidikan seharusnya
berarti tersedianya saluran atau sarana yang dapat dipakai untuk menyiarkan program pendidikan.
Namun hal Pemanfaatan TIK ini di Indonesia baru memasuki tahap mempelajari berbagai
kemungkinan pengembangan dan penerapan TIK untuk pendidikan memasuki milenium ketiga
ini. Padahal penggunaan TIK ini telah bukanlah suatu wacana yang asing di negeri
Paman Sam sana. Pemanfaatan IT dalam bidang pendidikan sudah merupakan kelaziman di
Amerika Serikat pada dasawarsa yang telah lalu. Ini merupakan salah satu bukti utama
ketertinggalan bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa di dunia. Informasi yang diwakilkan oleh
komputer yang terhubung dengan internet sebagai media utamanya telah mampu memberikan
kontribusi yang demikian besar bagi proses pendidikan. Teknologi interaktif ini memberikan katalis
bagi terjadinya perubahan medasar.



A. Pemanfaatan TIK Bagi Institut Pendidikan Pesatnya perkembangan TIK, khususnya internet,
memungkinkan pengembangan layanan informasi yang lebih baik dalam suatu institusi
pendidikan. Dilingkungan perguruan tinggi, pemanfaatan TIK lainnya yaitu diwujudkan
dalam suatu sistem yang disebut electronic university (e-University). Pengembangan e-
University bertujuan untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan, sehingga perguruan
tinggi dapat menyediakan layanan informasi yang lebih baik kepada komunitasnya, baik
didalam maupun diluar perguruan tinggi tersebut melalui internet. Layanan
pendidikan lain yang biasa.Pendidikan Indonesia yang mengenal alias sudah akrab dengan
Implikasi TIK di bidang Pendidikan adalah UI dan ITB. Di UI, misalnya, hampir setiap
Fakultas telah memiliki jaringan yang dapat di akses oleh masyarakat, memberikan informasi
bahkan bagi yang sulit mendapatkannya karena problema ruang dan waktu. Hal ini
juga tentunya sangat membantu bagi calon mahasiswa maupun mahasiswa atau bahkan
alumni yang membutuhkan informasi tentang biaya kuliah, kurikulum, dosen pembimbing,
atau banyak yang lainnya.
Contoh lain adalah Universitas Swasta Bina Nusantara juga memiliki jaringan Internet
yang sangat mantap, yang melayakkan mereka mendapatkan penghargaan akademi
pendidikan Indonesia dengan situs terbaik. Layanan yang disediakan pada situs mereka dapat
dibandingkan dengan layanan yang disediakan oleh situs-situs pendidikan luar negeri
seperti Institut Pendidikan California atau Institut Pendidikan Virginia, dan sebagainya. Pada
tingkat pendidikan SMA implikasi TIK juga sudah mulai dilakukan walau belum mampu
menjajal dengan implikasi-implikasinya pada tingkatan pendidikan lanjutan. Di SMA ini rata-rata
penggunaan internet hanyalah sebagai fasilitas tambahan dan lagi TIK belum menjadi kurikulum
utama yang diajarkan untuk siswa. TIK belum menjadi media database utama bagi nilai-nilai,
kurikulum, siswa, guru atau yang lainnya. Namun prospek untuk masa depan, penggunaan TIK
di SMA cukup cerah. Selain untuk melayani Institut pendidikan secara khusus, adapula yang
untuk dunia pendidikan secara umum di indonesia. Ada juga layanan situs internet yang
menyajikan kegiatan sistem pendidikan di indonesia. situs ini dimaksudkan untuk merangkum
informasi yang berhubungan dengan perkembangan pendidikan yang terjadi dan untuk
menyajikan sumber umum serta jaringan komunikasi (forum) bagi administrator sekolah,
para pendidik dan para peminat lainnya. Tujuan utama dari situs ini adalah sebagai wadah
untuk saling berhubungan yang dapat menampung semua sektor utama pendidikan.
Contoh dari situs ini adalah www.pendidikan.netDisamping lingkungan pendidikan, misalnya pada
kegiatan penelitian kita dapat memanfaatkan internet guna mencari bahan atau pun data
yang dibutuhkan untuk kegiatan tersebut melalui mesin pencari pada internet. Situs tersebut
sangat berguna pada saat kita membutuhkan artikel, jurnal ataupun referensi yang dibutuhkan.
Situs tersebut contohnya seperti google.com atau searchindonesia.com atau
sumpahpalapa.netInisiatif-inisiatif penggunaan IT dan Internet di luar institusi pendidikan formal
tetapi masih berkaitan dengan lingkungan pendidikan di Indonesia sudah mulai bermunculan.
Salah satu inisiatif yang sekarang sudah ada adalah situs penyelenggara komunitas
Sekolah Indonesia". Situs yang menyelenggarakan kegiatan tersebut contohnya plasa.com
dan smu-net.com.

B. TIK Sebagai Media Pembelajaran Multimedia Kerjasama antar pakar dan juga dengan mahasiswa
yang letaknya berjauhan secara fisik dapat dilakukan dengan lebih mudah. Dahulu,
seseorang harus berkelana atau berjalan jauh menempuh ruang dan waktu untuk
menemui seorang pakar untuk mendiskusikan sebuah masalah. Saat ini hal ini dapat
dilakukan dari rumah dengan mengirimkan email.
Mungkin sekarang ini Virtual University layanannya belum efektif karena teknologi yang
masih minim. Namun diharapkan di masa depan Virtual University ini dapat menggunakan
teknologi yang lebih handal semisal Video Streaming yang dimasa mendatang akan
dihadirkan oleh ISP lokal, sehingga tercipta suatu sistem belajar mengajar yang efektif
yang diimpi-impikan oleh setiap ahli TIK di dunia Pendidikan. Virtual School juga diharapkan
untuk hadir pada jangka waktu satu dasawarsa ke depan. Bagi Indonesia, manfaat- manfaat
yang disebutkan di atas sudah dapat menjadi alasan yang kuat untuk menjadikan Internet
sebagai infrastruktur bidang pendidikan. Untuk merangkumkan manfaat Internet bagi bidang
pendidikan di Indonesia:

C. Kendala-Kendala Pengimplikasian di Indonesia Jika memang TIK dan Internet memiliki banyak
manfaat, tentunya ingin kita gunakan secepatnya. Namun ada beberapa kendala di Indonesia
yang menyebabkan TIK dan Internet belum dapat digunakan seoptimal mungkin.
Kesiapan pemerintah Indonesia masih patut dipertanyakan dalam hal ini. Salah satu
penyebab utama adalah kurangnya ketersediaan sumber daya manusia, proses
transformasi teknologi, infrastruktur telekomunikasi dan perangkat hukumnya yang mengaturnya.
apakah infrastruktur hukum yang melandasi operasional pendidikan di Indonesia cukup memadai
untuk menampung perkembangan baru berupa penerapan IT untuk pendidikan ini. Sebab
perlu diketahui bahwa Cyber Law belum diterapkan pada dunia Hukum di Indonesia. Selain
itu masih terdapat kekurangan pada hal pengadaan infrastruktur teknologi
telekomunikasi, multimedia dan informasi yang merupakan prasyarat terselenggaranya IT untuk
pendidikan sementara penetrasi komputer (PC) di Indonesia masih rendah. Biaya penggunaan
jasa telekomunikasi juga masih mahal bahkan jaringan telepon masih belum tersedia di
berbagai tempat di Indonesia.. Untuk itu perlu dipikirkan akses ke Internet tanpa melalui
komputer pribadi di rumah. Sementara itu tempat akses Internet dapat diperlebar jangkauannya
melalui fasilitas di kampus, sekolahan, dan bahkan melalui warung Internet.Hal ini tentunya
dihadapkan kembali kepada pihak pemerintah maupun pihak swasta; walaupun pada
akhirnya terpulang juga kepada pemerintah. Sebab pemerintahlah yang dapat menciptakan
iklim kebijakan dan regulasi yang kondusif bagi investasi swasta di bidang pendidikan.
Namun sementara pemerintah sendiri masih demikian pelit untuk mengalokasikan dana
untuk kebutuhan pendidikan. Saat ini baru Institut-institut pendidikan unggulan yang
memiliki fasilitas untuk mengakses jaringan TIK yang memadai. Padahal masih banyak
institut-institut pendidikan lainnya yang belum diperlengkapi dengan fasilitas IT.Harapan kita
bersama hal ini dapat diatasi sejalan dengan perkembangan telekomunikasi yang semakin
canggih dan semakin murah

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

<< Beranda